Recent post
Sistem Politik Di
Berbagai Negara - Macam-macam sistem politik dari berbagai negara
berdasarkan dari kebijakan negaranya masing-masing. Macam-macam sistem plitik
tersebut adalah sebagai berikut...
- Absolutisme : Sistem politik
dimana tidak ada batasan hukum, kebiasaan, atau moral atau kekuasaan
pemerintah. Istilah tersebut secara umum dipergunakan untuk sistem politik
yang dijalankan oleh seorang diktator, tetapi dapat pula digunakan pada
sistem yang kelihatannya demokratis yang memberi kewenangan mutlak pada
legislatif dan eksekutif. Sifat utama dari bentuk pemerintahan ini adalah
dengan pemusatan kekuatan, kontrol kelompok sosial yang ketat, sehingga
tidak adanya partai politik sebagai pesaing dan perwakilan rakyat menjadi
oposisi.
- Anarkisme : Sistem politik
yang bertentangan dengan semua bentuk pemerintahan. Para anarkis percaya
bahwa dengan pencapaian tertinggi umat manusia adalah kebebasan individu
untuk mengekspresikan dirinya, tidak hanya terbatas pada bentuk represi
atau kontrol apapun. Mereka juga percaya bahwa kesempurnaan dari umat
manusia tidak akan dicapai hingga semua pemerintahan dihapuskan dan setiap
individu bebas sebebas-bebasnya. Namun salah satu batasan atas kebabasan
itu adalah larangan melukai lain. Batan ini menimbulkan batasan lain. Jika
umat manusia berusaha untuk menyakiti orang lain, semua individu lain yang
berkelakuan baik memiliki hak untuk bersatu melawannya dan kelompok yang
taat asas dapat menekan kelompok kriminal,walaupun hanya melalui kerja
sama sukarela dan bukan melalui organisasi negara.
- Koalisi : Kombinasi
sementara kelompok atau individu yang dibentuk untuk mencapai tujuan
tertentu melalui tindakan bersama. Istilah dari koalisi yang paling sering
digunakan sehubungan dengan partai politik. Pemerintahan koalisi, yang
sering ditemukan di negara-negara multipartai, seperti Italia dan prancis,
dapat dibentuk ketika tidak ada satu partai tunggal yang cukup kuat untuk
memperoleh mayoritas dalam pemilihan umum. Pemerintah yang terbentuk
biasanya mendistribusikan pos-pos politik untuk mewakili seluruh anggota
koalisi.
- Persemakmuran (commonwealth)
: Sistem
terdiri dari rakyat satu komunitas yang terorganisasi secara politis dan
bersifat independen atau semi independen, dimana pemerintah berfungsi
berdasarkan persetujuan rakyat.
- Komunisme : Menurut teori,
komunis dapat menciptakan masyarakat tanpa kelas yang kaya dan bebas,
dimana semua orang menikmati status sosial dan ekonomi. Namun dalam
pratiknya, rezim komunis mengambil bentuk pemerintah otoriter dan memaksa
(coercive), yang tidak begitu peduli pada persoalan kelas buruh dan pada
akhirnya berupaya untuk mempertahankan kekuasaan.
- Demokrasi : Sistem politik
dimana rakyat suatu negara memerintah melalui bentuk pemerintahan apapun
yang mereka pilih. Dalam demokrasi modern, otoritas tertinggi dilakukan
oleh perwakilan yang dipilih oleh rakyat. Perwakilan dapat dilanjutkan
dengan pemilihan umum menurut prosedur hukum recall dan referendum.
- Despotisme : Sistem dimana
terdapat penguasa absolut yang tidak dibatasi oleh proses konstitusional
atas hukum apapun. Kata ini juga memiliki konotasi kebijakan yang kejam
dan opresif.
- Kediktatoran : Bentuk
kediktatoran di masa modern adalah pemerintahan negara di tangan satu
orang. Diktator sebenarnya adalah gelar magistrate pada masa Romawi Kuno,
yang ditunjuk oleh Senat pada masa darurat, dan disahkan oleh comitia
curiata.
- Totalitarianisme : Sistem politik
dan ideologi di mana semua aktivitas sosial, ekonomi budaya, politik,
intelektual dan spiritual tunduk pada tujuan pemimpin sebuah negara. Dalam
totalitarianisme modern, rakyat dibuat sepenuhnya tergantung pada kemauan
dan ajakan partai politik dan pemimpinnya. Negara-negara totaliter modern
dipimpin oleh seseorang pemimpin atau diktator yang mengotrol partai
politik.
- Fasisme : Ideologi politik
modern yang beurpaya menciptakan kembali kehidupan sosial, ekonomi dan
budaya sebuah negara berdasarkan rasa kebangsaan atau identitas etnis.
Fasisme menolak ide liberal seperti hak individu dan kebebasan, dan sering
menekan untuk membantu membatalkan pemilihan umum, legislatif, dan elemen
yang lain.
- Federalisme : Sistem politik
nasional atau internasional di mana dua tingkat pemerintah mengontrol
wilayah dan warga negara yang sama. Negara dengan sistem politik federal
memiliki pemerintah pusat dan pemerinta-pemerintah yang didasarkan pada
unit politik yang lebih kecil, yang biasanya disebut dengan negara bagian,
provinsi atau wilayah. Unit poltik yang lebih kecil ini menyerahkan
beberapa kekuasaan politik mereka kepada pemerintah pusat, demi kebaikan
bersama.
- Monarki : Sistem dimana
seseorang memilih hak keturunan untuk memimpin sebagai kepala negara
seumur hidupnya. Istilah ini juga diterapkan pada negara yang diperintah.
Kekuasaan monarki bervariasi dari absolut hingag sangat terbatas. Monarki
meliputi penguasa, seperti raja dan ratu, kaisar, dan tsar atau
sultan.
- Perwakilan : Sistem di mana
posisi eksekutig, legislatif, dan yudikatif dapat dipilih melalui suara
rakyat. Dalam banyak hal, perwakilan langsung digunakan untuk tujuan
legislatif saja. Di Indonesia dan Amerika Serikat ada pengecualian, yaitu
prinsip yang sama diterapkan pula untuk posisi eksekutif dan yudikatif:
presiden adalah perwakilan langsung rakyat.
- Republik : Sistem yang
didasarkan pada konsep bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, yang
mendelegasikan kekuasaan untuk memimpin atas nama rakyat, untuk memiliki
perwakilan dan pejabat negara.
- Sosialisme : Sistem yang
menuntut kepemilikan negara dan kontrol sarana produksi yang menguasai
hajat hidup dan pemerataan kemakmuran. Sistem ini secara spesifik
dicirikan oleh nasionalisasi sumber daya alam, industri besar, fasilitas
perbankan dan kredir, serta hak milik publik;nasionalisasi cabang industri
yang dimonopoli melihat monopoli sebagai sesuatu yang bertentangan dengan
kemakmuran rakyat.
- Teokrasi : Sistem politik
sebuah negara di mana Tuhan dianggap sebagai satu-satunya kedaulatan dan
hukum kerajaan dipandang sebagai perintah Tuhan. Dapat juga dikembangkan
bahwa teokrasi adalah sebuah negara, di mana kontrol berada di tangan para
imam agama.
- Pemerintahan dunia : Konsep
organisasi politik global terpusat dan merupakan aturan hukum bersama yang
menciptakan tatanan internasional dan mendorong perdamaian.
http://www.artikelsiana.com/2015/05/macam-sistem-politik-berbagai-negara.html#
Sistem Ekonomi yang ada di dunia saat ini ada 5 macam yaitu :
1.Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem Ekonomi dimana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan,tradisi masyarakat secara turun temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya.
*Ciri Ciri S.E Tradisional :
a.Belum ada pembagian kerja
b.Tergantung pada sektor pertanian
c.Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis
d.Teknologi Produksi Sederhana
*Kebaikan S.E Tradisional :
a.Menimbulkan rasa kekeluargaan dan gotong royong
b.Barter dilandasi kejujuran
*Keburukan S.E Tradisional :
a.Pola pikir masyarakat masih statis
b.Hasil produksi terbatas
*Penganut S.E Tradisional :
a.Kehidupan Manusia Purba
2.Sistem Ekonomi terpusat/komando
Sistem Ekonomi dimana pemerintah memegang peranan penting/dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi
*Ciri ciri S.E Terpusat/Komando :
a.Kegiatan perekonomian dan harga ditetapkan pemerintah
b.Hak milik perorangan tidak diakui,sehingga kebebasan individu tidak ada
c.Alat Produksi dikuasai negara
*Kebaikan S.E Terpusat/Komando :
a.Pengawasan/Pengendalian lebih mudah dilakukan
b.Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya
c.Kemakmuran Masyarakat merata
d.Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan
*Keburukan S.E Terpusat/Komando :
a.Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat
b.Adanya pasar gelap karena adanya pembatasan oleh pemerintah
c.Tidak ada jaminan bagi masyarakat untuk memilih pekerjaan dan jenis barang
d.Pemerintah bersifat paternalistis,apa yang diatur oleh pemerintah adalah benar
*Penganut S.E Terpusat/Komando :
Russia,RRC,Negara Negara Eropa Timur
3.Sistem Ekonomi Liberal :
Sistem Ekonomi yang menghendaki kebebasan seluas luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah
*Ciri ciri S.E Liberal :
a.Kebebasan swasta diakui
b.Kebebasan memiliki barang modal
c.Tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan
*Kebaikan S.E Liberal :
a.Adanya persaingan yang mendorong kemajuan berusaha
b.Campur tangan pemerintah kecil,sehingga kesempatan swasta lebih besar
c.Produksi didasarkan pada permintaan pasar
d.Pengakuan hak milik mendorong semangat usaha masyarakat
*Keburukan S.E Liberal :
a.Adanya persaingan tidak sehat,penindasan pada pihak yang lemah
b.Menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat
c.Timbul praktik yang tidak jujur
*Penganut S.E Liberal :
Amerika Serikat,Inggris,Perancis,Belgia,Belanda,Swiss,Kanada,dll
4.Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi dimana di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi ,tetapi disisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian.
*Ciri ciri S.E Campuran :
a.Kebebasan swasta dibatasi,pada bidang bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak
b.Adanya campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi
c.Hak milik perorangan diakui
*Kebaikan S.E Campuran :
a.Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah bertujuan untuk kepentingan masyarakat
b.Hak individu diakui dengan jelas
c.Harga lebih mudah dikendalikan
*Keburukan S.E Campuran :
a.Peranan pemerintah lebih berat dibanding swasta
b.Timbul KKN dalam pemerintahan
Penganut S.E Campuran :
Malaysia,Indonesia
5.Sistem Ekonomi Demokrasi Pancasila
Sistem ekonomi yang dijiwai oleh idiologi pancasila yang didalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari,oleh,untuk rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah
*Ciri ciri S.E Demokrasi Pancasila :
a.Perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan
b.Cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai Negara
c.Bumi,Air,dan kekayaan alam yang terkandung didalamnnya dikuasai negara
*Kebaikan S.E Demokrasi Pancasila :
Perekonomian nasional diselenggarakan atas asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,berkelanjutan,berwawasan lingkungan,kemandirian,serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional
Baiklah,sekian pembahasan tentang Sistem Ekonomi. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian,dan tunggu thread blog kami selanjutnya. Terimakasih telah berkunjung ke Blog ini
1.Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem Ekonomi dimana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan,tradisi masyarakat secara turun temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya.
*Ciri Ciri S.E Tradisional :
a.Belum ada pembagian kerja
b.Tergantung pada sektor pertanian
c.Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis
d.Teknologi Produksi Sederhana
*Kebaikan S.E Tradisional :
a.Menimbulkan rasa kekeluargaan dan gotong royong
b.Barter dilandasi kejujuran
*Keburukan S.E Tradisional :
a.Pola pikir masyarakat masih statis
b.Hasil produksi terbatas
*Penganut S.E Tradisional :
a.Kehidupan Manusia Purba
2.Sistem Ekonomi terpusat/komando
Sistem Ekonomi dimana pemerintah memegang peranan penting/dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi
*Ciri ciri S.E Terpusat/Komando :
a.Kegiatan perekonomian dan harga ditetapkan pemerintah
b.Hak milik perorangan tidak diakui,sehingga kebebasan individu tidak ada
c.Alat Produksi dikuasai negara
*Kebaikan S.E Terpusat/Komando :
a.Pengawasan/Pengendalian lebih mudah dilakukan
b.Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya
c.Kemakmuran Masyarakat merata
d.Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan
*Keburukan S.E Terpusat/Komando :
a.Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat
b.Adanya pasar gelap karena adanya pembatasan oleh pemerintah
c.Tidak ada jaminan bagi masyarakat untuk memilih pekerjaan dan jenis barang
d.Pemerintah bersifat paternalistis,apa yang diatur oleh pemerintah adalah benar
*Penganut S.E Terpusat/Komando :
Russia,RRC,Negara Negara Eropa Timur
3.Sistem Ekonomi Liberal :
Sistem Ekonomi yang menghendaki kebebasan seluas luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah
*Ciri ciri S.E Liberal :
a.Kebebasan swasta diakui
b.Kebebasan memiliki barang modal
c.Tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan
*Kebaikan S.E Liberal :
a.Adanya persaingan yang mendorong kemajuan berusaha
b.Campur tangan pemerintah kecil,sehingga kesempatan swasta lebih besar
c.Produksi didasarkan pada permintaan pasar
d.Pengakuan hak milik mendorong semangat usaha masyarakat
*Keburukan S.E Liberal :
a.Adanya persaingan tidak sehat,penindasan pada pihak yang lemah
b.Menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat
c.Timbul praktik yang tidak jujur
*Penganut S.E Liberal :
Amerika Serikat,Inggris,Perancis,Belgia,Belanda,Swiss,Kanada,dll
4.Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi dimana di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi ,tetapi disisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian.
*Ciri ciri S.E Campuran :
a.Kebebasan swasta dibatasi,pada bidang bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak
b.Adanya campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi
c.Hak milik perorangan diakui
*Kebaikan S.E Campuran :
a.Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah bertujuan untuk kepentingan masyarakat
b.Hak individu diakui dengan jelas
c.Harga lebih mudah dikendalikan
*Keburukan S.E Campuran :
a.Peranan pemerintah lebih berat dibanding swasta
b.Timbul KKN dalam pemerintahan
Penganut S.E Campuran :
Malaysia,Indonesia
5.Sistem Ekonomi Demokrasi Pancasila
Sistem ekonomi yang dijiwai oleh idiologi pancasila yang didalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari,oleh,untuk rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah
*Ciri ciri S.E Demokrasi Pancasila :
a.Perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan
b.Cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai Negara
c.Bumi,Air,dan kekayaan alam yang terkandung didalamnnya dikuasai negara
*Kebaikan S.E Demokrasi Pancasila :
Perekonomian nasional diselenggarakan atas asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,berkelanjutan,berwawasan lingkungan,kemandirian,serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional
Baiklah,sekian pembahasan tentang Sistem Ekonomi. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian,dan tunggu thread blog kami selanjutnya. Terimakasih telah berkunjung ke Blog ini
Sumber : http://thekingslau.blogspot.co.id/2015/10/macam-macam-sistem-ekonomi-yang-ada-di.html
Nama Anggota :
Ø
Adelia Nursita Sari : 20216113
Ø
Muhammad Baharudin Alamsyah : 24216750
Ø
Shely Apriliana :
26216997
PengertianMarketing mix
Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang
merupakan inti dari system pemasaran perusahaan. Yakni : produk, struktur
harga, kegiatan promosi dan system distribusi. Yang dapat dijalankan untuk
bisnis kita dengan menjalankannya secara bersamaan atau gabungan.
Unsur-Unsur dalam Marketing Mix
·
Product (produk)
Produk (product),
adalah mengelola unsur produk termasuk perencanaan dan pengembangan produk atau
jasa yang tepat untuk dipasarkan dengan mengubah produk atau jasa yang ada
dengan menambah dan mengambil tindakan yang lain yang mempengaruhi
bermacam-macam produk atau jasa.
·
Price (harga)
Harga (price), adalah
suatu sistem manajemen perusahaan yang akan menentukan harga dasar yang tepat
bagi produk atau jasa dan harus menentukan strategi yang menyangkut potongan
harga, pembayaran ongkos angkut dan berbagi variabel yang bersangkutan.
·
Place (distribusi)
Distribusi (place),
yakni memilih dan mengelola saluran perdagangan yang dipakai untuk menyalurkan
produk atau jasa dan juga untuk melayani pasar sasaran, serta mengembangkan
sistem distribusi untuk pengiriman dan perniagaan produk secara fisik.
·
Promotion (promosi)
Promosi (promotion),
adalah suatu unsur yang digunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar
tentang produk atau jasa yang baru pada perusahaan melalui iklan, penjualan
pribadi, promosi penjualan, maupun publikasi.
·
Physical Evidence
(sarana fisik)
Sarana fisik (Physical
Evidence), merupakan hal nyata yang turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk
membeli dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Unsur yang termasuk
dalam sarana fisik antara lain lingkungan atau bangunan fisik, peralatan, perlengkapan,
logo, warna dan barang-barang lainnya.
·
People (orang)
Orang (People), adalah
semua pelaku yang memainkan peranan penting dalam penyajian jasa sehingga dapat
mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen dari orang adalah pegawai perusahaan,
konsumen, dan konsumen lain. Semua sikap dan tindakan karyawan, cara berpakaian
karyawan dan penampilan karyawan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan
penyampaian jasa.
·
Process (proses)
Proses (Process),
adalah semua prosedur aktual, mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan
untuk menyampaikan jasa. Elemen proses ini memiliki arti sesuatu untuk
menyampaikan jasa. Proses dalam jasa merupakan faktor utama dalam bauran
pemasaran jasa seperti pelanggan jasa akan senang merasakan sistem penyerahan
jasa sebagai bagian jasa itu sendiri.
Apakah Markering Mix Sama Untuk Semua Barang ?
Marketing mix akan
berbeda untuk setiap jenis barang atau jasa yang di tawarkan hal ini tergantung
dari jenis barang atau jasa yang di tawarkan. Misal untuk jenis usaha dengan
sistem online dan bukan online meskipun keduanya menjual barang yang sama namun
intensitas promosi yang dilakukan penjual online harus lebih banyak dilakukan
untuk penjual onlin dibandingkan dengan yang tidak online misalnya membuka
gerai atau toko. Hal ini menunjukan diperlukannya proporsi yang tepat antara
place dengan promotion. Berbeda tempatnya akan berbeda pula strategi
promosinya. Sehingga berbeda jenis bisnis yang dijalankan marketing mixnya pun
akan berbeda
Orientasi Pasar
Orientasi pasar
merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan sejalan dengan meningkatnya
persaingan global dan perubahan dalam kebutuhan pelanggan dimana perusahaan
menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan pasarnya. Narver dan
Slater (1990, p.21) mendefinisikan orientasi pasar sebagai budaya organisasi
yang paling efektif dalam menciptakan perilaku penting untuk penciptaan nilai
unggul bagi pembeli serta kinerja dalam bisnis.
Contoh perusahaan yang
menggunakan orientasi pasar adalah TOYOTA , PT UNILEVER dan lain sebagainya
manfaat untuk produsen dalam jangka panjang adalah mencapai keunggulan bersaing
dari fokus ke luar dan berorientasi pada pasar. isu penting dalam pengembangan
keunggulan bersaing meliputi, upaya menciptakan nilai konsumen, menjaga
kepuasan konsumen, membangun hubungan jangka panjang
perusahaan yang tidak
menggunakan orientasi pasar tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya
hal ini di sebabkan karena pengetahuan yang sedikit tentang persaingan dan
kebutuhan pelanggan dengan begitu pelanggan akan lebih tertarik kepada pesaing yang
memiliki penawaran yang lebih baik
Pengaruh Harga Terhadap Produsen dan Konsumen
harga dapat memberikan
dorongan bagi produsen itu disebabkan karena produsen memiliki prinsip ekonomi
yaitu dengan cara menekan biaya produksi untuk menghasilkan barang produksi
sesuai yang diharapkan.
Contoh tindakan
produsen yang berdasarkan prinsip ekonomi, diantaranya ;
Ø
Menggunakan bahan
mentah berkualitas tinggi dengan harga murah
Ø
Menetukan lokasi
pabrik yang dekat dengan bahan baku
Ø
Memilih
dan menetapkan barang yang akan diproduksi
Ø
Menetapkan jumlah
tenaga kerja dan alat-alat produksi agar biaya produksi dapat ditekan serendah-rendahnya
Ø
Membuat
analisis kebutuhan pasar agar barang yang diproduksi dapat laku terjual
Ø
Produsen selalu mengusahakan
agar hasil produksinya dibeli konsumen dengan harga terjangkau dengan mutu yang
baik dan mampu bersaing
Ø
Memperoleh keuntungan
sebesar-besarnya
pengaruh harga bagi
konsumen dalam menetapkan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut adalah
beberapa faktor yang menjelaskan bahwa mengapa harga mempengaruhi konsumen
dalam menentukan pembeliannya
Ø
Harga yang tidak tepat
akan berakibat tidak menarik bagi para pembeli untuk membeli barang
tersebut. Penetapan harga jual barang yang tepat tidak juga selalu berarti
bahwa harga haruslah ditetapkan rendah atau serendah mungkin.
Ø
Ketika harga naik
produsen juga akan menaikkan produksi sedangkan konsumen akan mengurangi
pembelian, sebaliknya jika harga turun produsen akan mengurangi produksi agar
barangnya laku di pasar dan konsumen akan membeli ataupun mengkonsumi lebih
banyak.
Ø
Banyaknya perusahaan
perusahaan lain dalam binis menyebabkan terjadinya persaingan yang tinggi untuk
dapat menjaga posisinya dan bertahan, perusahaan harus memahami karakteristik
konsumen mereka dan memahami bagaimana konsumen dalam memutuskan pembelian,
dengan memahami perilaku konsumen dalam proses pengambil keputusan, maka
perusahaan akan dapat mempengaruhinya, sehingga konsumen tersebut nantinya akan
menggunakan produk mereka.
Ø
Sering dijumpai bahwa
apabila harga barang tertentu itu rendah maka banyak konsumen justru tidak
senang karena dengan harga yang murah itu maka semua orang dapat memakai barang
tersebut. Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang
menghasilkan penerimaan penjualan, sedang unsur lain hanyalah unsur biaya saja.
Walaupun penetapan harga merupakan persoalan penting, masih banyak perusahaan
yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan harga tersebut.
Tingkat harga yang ditetapkan perusahaan berperan bagi konsumen dalam
menentukan keputusan pembeliannya, karena dalam keputusan pembeliannya konsumen
mengharapkan kualitas dan performa sesuatu produk atau jasa, harga dan biaya
yang tidak terlalu mahal dalam artian sepadan dengan kualitas produk,
keuntungan sosial sebagai hasil dari pembelian tersebut.
Sumber:
Sumber:
“Pengantar Bisnis Modern”
Dr.Basu Swastha DH.,SE.,MBA , Ibnu Sukotjo W.SE
Teori Tentang Upah
a. Teori tawar manawar
Menyatakan bahwa tingkat upah ditentukan oleh
tawar menawar di pasaran tenaga kerja. Pembeli ialah pengusaha yang membutuhkan
tenaga kerja dan penjualnya ialah calon karyawan, mungkin juga melalui
organisasi tenaga kerja sebagai perwakilan mereka. Jika titik keseimbangan yang
dicapai itulah yang menetapkan besarnya upah.
b. Teori standar hidup.
Didasarkan atas keyakinan bahwa buruh harus
dibayar secara layak agar dapat memenuhi kebutuhan standar hidupnya. Standar
hidup ini diartiakn cukup untuk membiayai keperluan hidup seperti makanan,
pakaian, perumahan, rekreasi, pendidikan dan perlindungan asuransi. Tidak ada
suatu cara yang dapat dipakai untuk menetapkan upah ini, dan pada umumnya
penetapan upah merupakan kombinasi dari berbagai pertimbangan.
Perbedaan
a. Upah adalah jumlah keseluruhan yang ditetapkan
sebagai pengganti jasa yang telah dikeluarkan oleh karyawan meliputi masa atau
syarat-syarat tertentu
b. Bonus adalah kompensasi tambahan yang
diberikan kepada seorang karyawan yang nilainya di atas gaji normalnya. Bonus
bisa digunakan sebagai penghargaan terhadap pencapaian tujuan-tujuan spesifik
yang ditetapkan oleh perusahaan, atau untuk dedikasinya kepada perusahaan
c. Kompensasi adalah seluruh imbalan yang
diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut pada organisasi.
Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan
kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada
organisasi / perusahaan tempat ia bekerja.
d.
Gaji adalah suatu bentuk pembayaran
periodik dari seorang atasan pada karyawannyayang
dinyatakan dalam suatu kontrak kerja. Dari sudut
pandang pelaksanaan bisnis, gaji dapat dianggap sebagai biaya yang dibutuhkan
untuk mendapatkan sumber daya manusiauntuk menjalankan operasi,
dan karenanya disebut dengan biaya personel atau biaya gaji
PENGERTIAN DARI :
a. Outsourcing penggunaan tenaga kerja dari
luar perusahaan sendiri untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu yang
spesifik. Dari pengertian tersebut, kita mendapatkan minimal dua hal yang musti
dijelaskan, yaitu perusahaan outsourcing dan jenis pekerjaan yang umum di
serahkan kepada tenaga dari luar tersebut.
b. Motivasi adalah proses yang
menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorangindividu untuk
mencapai tujuannya.[1] Tiga
elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan
ketekuna
c. Job
description (deskripsi pekerjaan) atau deskripsi posisi adalah
pernyataan tertulis yang menjelaskan mengapa pekerjaan ada, apa yang dilakukan
pemegang pekerjaan sebenarnya, bagaimana mereka melakukannya dan dalam kondisi
apa pekerjaan itu dilakukan. Tidak ada format standar yang digunakan untuk
menulis deskripsi pekerjaan; format, pada kenyataannya, tergantung pada
preferensi manajemen dan bagaimana deskripsi pekerjaan akan digunakan.
d. Separation atau pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah
pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan
berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja atau buruh dan pengusaha
Kegiatan Manajemen Produksi yang Memikirkan Pelestarian Lingkungan
·
Reuse, atau
penggunaan kembali adalah suatu teknologi yang memungkinkan suatu limbah dapat
digunakan kembali tanpa mengalami perlakukan fisika/kimia/biologi.
·
Reduction, atau
pengurangan limbah pada sumbernya adalah teknologi yang dapat mengurangi atau
mencegah timbulnya pencemaran di awal produksi misalnya substitusi bahan baku
yang ber B3 dengan B9 segregasi tiada.
·
Recovery, adalah
teknologi untuk memisahkan suatu bahan atau energi dari suatu limbah untuk
kemudian dikembalikan ke dalam proses produksi dengan atau tanpa perlakuan
fisika/kimia/biologi.
·
Recycling, atau
daur ulang adalah teknologi yang berfungsi untuk memanfaatkan limbah dengan
memprosesnya kembali ke proses semula yang dapat dicapai melalui perlakuan
fisika/kimia/biologi.
1.
Melaksanakan Pelayanan Kepada Pelanggan
1.
Mencatat pesanan pelanggan
Langkah pertama yang dilakukan oleh pelanggan dalam membeli barang/jasa adalah dengan memesannya terlebih dahulu. Adanya pesanan dari pelanggan merupakan awal terjadinya transaksi jual-beli. Setiap pesanan yang diminta pelanggan harus segera dilayani dengan cara didengarkan dan dicatat. Kemudian mengecek kembali apakah ada perubahan jenis dan jumlah pesanan atau tidak, kapan jadwal atau waktu pengiriman barang.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pelanggan dalam memesan barang/jasa yang dibutuhkan, yaitu:
1.Memesan barang/jasa secara langsung (datang di perusahaan)
2.Memesan barang/jasa dengan surat pesanan
3.Memesan barang/jasa dengan menggunakan sarana telekomunikasi, seperti telepon, telex, faksimili dan e-mail/internet.
Pesanan pelanggan harus segera dicatat oleh pelayan atau penjual, baik menggunakan buku nota penjualan maupun menceklist daftar barang. Seorang pelayan atau penjual harus cekatan dalam melakukan pencatatan pesanan pelanggan, agar tidak terjadi kekeliruan dalam hal jumlah maupun jenis barang/jasa yang dipesan oleh pelanggan.
Langkah pertama yang dilakukan oleh pelanggan dalam membeli barang/jasa adalah dengan memesannya terlebih dahulu. Adanya pesanan dari pelanggan merupakan awal terjadinya transaksi jual-beli. Setiap pesanan yang diminta pelanggan harus segera dilayani dengan cara didengarkan dan dicatat. Kemudian mengecek kembali apakah ada perubahan jenis dan jumlah pesanan atau tidak, kapan jadwal atau waktu pengiriman barang.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pelanggan dalam memesan barang/jasa yang dibutuhkan, yaitu:
1.Memesan barang/jasa secara langsung (datang di perusahaan)
2.Memesan barang/jasa dengan surat pesanan
3.Memesan barang/jasa dengan menggunakan sarana telekomunikasi, seperti telepon, telex, faksimili dan e-mail/internet.
Pesanan pelanggan harus segera dicatat oleh pelayan atau penjual, baik menggunakan buku nota penjualan maupun menceklist daftar barang. Seorang pelayan atau penjual harus cekatan dalam melakukan pencatatan pesanan pelanggan, agar tidak terjadi kekeliruan dalam hal jumlah maupun jenis barang/jasa yang dipesan oleh pelanggan.
2.
Pencatatan kebutuhan pelanggan
Pencatatan kebutuhan pelanggan berbeda dengan pencatatan pesanan pelanggan. Pencatatan pesanan pelanggan hanya mencakup jenis, bentuk, model, jumlah dan harga barang. Sedangkan pencatatan kebutuhan pelanggan menyangkut obyeknya, yaitu sifat dan tingkat konsumsi, kebiasaan, atau waktu kebutuhan. Pencatatan kebutuhan pelanggan berdasarkan berdasarkan ceklist merupakan tindakan yang dapat menggambarkan obyek ceklist, yaitu pencatatan kebutuhan pelanggan sebagai daftar pemeriksaan terhadap faktor-faktor yang diinginkan oleh pelanggan.
Obyek ceklist tersebut diantaranya sebagai berikut.
1.Sifat dan tingkat konsumsi
Sifat-sifat pelanggan yang perlu dicatat adalah apa saja pelayanan yang paling disukai oleh pelanggan. Tingkat konsumsi pelanggan yang harus dicatat adalah apakah pelanggan lebih menyukai barang tahan lama (durable goods) atau barang tidak tahan lama (non durable goods) atau apakah jumlah barang yang diinginkan pelanggan banyak atau tidak. Hal ini dilakukan agar penjual dapat menetapkan prioritas produk yang paling disukai oleh pelanggan.
2.Kebiasaan pelanggan
Kebiasaan pelanggan dalam membeli suatu barang/jasa perlu diperhatikan dan dicatat. Oleh karena itu pelayan atau penjual hendaknya mengetahui hal-hal berikut.
•Apa saja barang-barang yang dibutuhkan pelanggan
•Apa saja yang diperhatikan oleh pelanggan dalam membeli barang
•Apakah pelanggan membutuhkan atau menginginkan barang yang bersifat khusus (merek, kualitas, antik dan sebagainya)
3.Waktu kebutuhan pelanggan
Waktu kebutuhan pelanggan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dan dicatat oleh penjual. Dalam hal ini penjual perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
•Pada waktu kapan pelanggan memperbaiki atau mengganti barang yang dibutuhkannya, apakah harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.
•Kapan pelanggan mengkonsumsi barang tertentu, apakah pada awal bulan/tahun, akhir bulan/tahun, ataukah pada hari-hari besar tertentu.
Berdasarkan konsep tindakan, penggunaan system ceklist dapat mewujudkan akurasi pelayanan, yaitu melayani kebutuhan pelanggan secara cepat, tepat, dan akurat. Suatu pelayanan dikatakan akurat jika pelayan atau penjual dapat menghindari kekeliruan, seperti salah mencatat, salah menentukan harga, dan salah dalam penyerahan barang.
Pencatatan kebutuhan pelanggan berbeda dengan pencatatan pesanan pelanggan. Pencatatan pesanan pelanggan hanya mencakup jenis, bentuk, model, jumlah dan harga barang. Sedangkan pencatatan kebutuhan pelanggan menyangkut obyeknya, yaitu sifat dan tingkat konsumsi, kebiasaan, atau waktu kebutuhan. Pencatatan kebutuhan pelanggan berdasarkan berdasarkan ceklist merupakan tindakan yang dapat menggambarkan obyek ceklist, yaitu pencatatan kebutuhan pelanggan sebagai daftar pemeriksaan terhadap faktor-faktor yang diinginkan oleh pelanggan.
Obyek ceklist tersebut diantaranya sebagai berikut.
1.Sifat dan tingkat konsumsi
Sifat-sifat pelanggan yang perlu dicatat adalah apa saja pelayanan yang paling disukai oleh pelanggan. Tingkat konsumsi pelanggan yang harus dicatat adalah apakah pelanggan lebih menyukai barang tahan lama (durable goods) atau barang tidak tahan lama (non durable goods) atau apakah jumlah barang yang diinginkan pelanggan banyak atau tidak. Hal ini dilakukan agar penjual dapat menetapkan prioritas produk yang paling disukai oleh pelanggan.
2.Kebiasaan pelanggan
Kebiasaan pelanggan dalam membeli suatu barang/jasa perlu diperhatikan dan dicatat. Oleh karena itu pelayan atau penjual hendaknya mengetahui hal-hal berikut.
•Apa saja barang-barang yang dibutuhkan pelanggan
•Apa saja yang diperhatikan oleh pelanggan dalam membeli barang
•Apakah pelanggan membutuhkan atau menginginkan barang yang bersifat khusus (merek, kualitas, antik dan sebagainya)
3.Waktu kebutuhan pelanggan
Waktu kebutuhan pelanggan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dan dicatat oleh penjual. Dalam hal ini penjual perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
•Pada waktu kapan pelanggan memperbaiki atau mengganti barang yang dibutuhkannya, apakah harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.
•Kapan pelanggan mengkonsumsi barang tertentu, apakah pada awal bulan/tahun, akhir bulan/tahun, ataukah pada hari-hari besar tertentu.
Berdasarkan konsep tindakan, penggunaan system ceklist dapat mewujudkan akurasi pelayanan, yaitu melayani kebutuhan pelanggan secara cepat, tepat, dan akurat. Suatu pelayanan dikatakan akurat jika pelayan atau penjual dapat menghindari kekeliruan, seperti salah mencatat, salah menentukan harga, dan salah dalam penyerahan barang.
3.
Penegasan kembali kebutuhan pelanggan
Setiap pesanan yang diminta atau dibutuhkan pelanggan harus diperhatikan dan dicatat. Catatan tersebut kemudian dicek dan ditegaskan kembali kepada pelanggan apakah barang-barang yang dipesan jumlah dan jenisnya tidak berubah, kapan waktu pengiriman barang akan dilakukan, dan bagaimana cara pembayarannya. Untuk menghindari kekeliruan pelayan atau penjual hendaknya menegaskan kembali semua kebutuhan pelanggan dan melakukan pengecekan atas hal-hal sebagai berikut.
• Mengecek keadaan barang
• Cara pengiriman barang
• Cara pembayaran
• Alat dan tempat pembayaran
• Ongkos angkut barang yang dipesan
• Pembungkusan atau pengepakan barang
Setiap pesanan yang diminta atau dibutuhkan pelanggan harus diperhatikan dan dicatat. Catatan tersebut kemudian dicek dan ditegaskan kembali kepada pelanggan apakah barang-barang yang dipesan jumlah dan jenisnya tidak berubah, kapan waktu pengiriman barang akan dilakukan, dan bagaimana cara pembayarannya. Untuk menghindari kekeliruan pelayan atau penjual hendaknya menegaskan kembali semua kebutuhan pelanggan dan melakukan pengecekan atas hal-hal sebagai berikut.
• Mengecek keadaan barang
• Cara pengiriman barang
• Cara pembayaran
• Alat dan tempat pembayaran
• Ongkos angkut barang yang dipesan
• Pembungkusan atau pengepakan barang
4.
Mewujudkan kebutuhan pelanggan
Kebutuhan pelanggan akan terwujud apabila pelayan atau penjual telah menerapkan prinsip pelayanan prima. Kepuasan pelanggan merupakan refleksi dari terpenuhinya harapan dan kebutuhannya. Oleh karena ituperusahaan bisnis atau penjual dalam mewujudkan kepuasan pelanggan perlu meningkatkan kualitas pelayanannya. Peningkatan kualitas pelayanan antara lain dengan melakukan pendekatan kaize. Kaizen berasal dari bahasa Jepang, yaitu kai dan zen. Kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Jadi, Kaizen dapat diartikan sebagai suatu pedoman untuk melakukan perubahan pelayanan agar menjadi lebih baik.
Kebutuhan pelanggan akan terwujud apabila pelayan atau penjual telah menerapkan prinsip pelayanan prima. Kepuasan pelanggan merupakan refleksi dari terpenuhinya harapan dan kebutuhannya. Oleh karena ituperusahaan bisnis atau penjual dalam mewujudkan kepuasan pelanggan perlu meningkatkan kualitas pelayanannya. Peningkatan kualitas pelayanan antara lain dengan melakukan pendekatan kaize. Kaizen berasal dari bahasa Jepang, yaitu kai dan zen. Kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Jadi, Kaizen dapat diartikan sebagai suatu pedoman untuk melakukan perubahan pelayanan agar menjadi lebih baik.
5.
Mengucapkan terima kasih dengan harapan pelanggan kembali
Mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah membeli barang/jasa sangatlah penting agar mereka kembali berbelanja. Prinsip ini merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan prima menurut konsep tindakan. Pelayan atau penjual harus berusaha untuk selalu mengahargai pelanggan dan melayaninya sampai selesai transaksi jual-beli. Tindakan pelanggan yang profesional dalam menutup transaksi jual beli adalah dengan mengucapkan terima kasih kepada pelanggan. Pernyataan terima kasih kepada pelanggan tidak hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi dapat pula dengan memberikan bonus atau diskon. Pernyataan terima kasih kepada pelanggan eksternal tetap biasanya diberikan setiap tahun, misalnya bingkisan lebaran atau bingkisan hari raya yang lain.
Mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah membeli barang/jasa sangatlah penting agar mereka kembali berbelanja. Prinsip ini merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan prima menurut konsep tindakan. Pelayan atau penjual harus berusaha untuk selalu mengahargai pelanggan dan melayaninya sampai selesai transaksi jual-beli. Tindakan pelanggan yang profesional dalam menutup transaksi jual beli adalah dengan mengucapkan terima kasih kepada pelanggan. Pernyataan terima kasih kepada pelanggan tidak hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi dapat pula dengan memberikan bonus atau diskon. Pernyataan terima kasih kepada pelanggan eksternal tetap biasanya diberikan setiap tahun, misalnya bingkisan lebaran atau bingkisan hari raya yang lain.
Sumber :
1. Alasan Pentingnya Seorang Akuntan
dalam Fungsi Manajemendalam Sebuah Perusahaan
Semakin besar perusahaan, semakin penting peranan seorang akuntan didalamnya. Sistem akuntansi
yang baik akan mengakibatkan sukses bagi perusahaan.sistem akuntansi tersebut
harus memberikan system informasi keuangan yang akan membantu dalam
memperkirakan hasil-hasil operasi ,pengawasan fasiltas dan membantu dalam
perencanaan. Secara terperinci dapatlah dikatakan bahwa sistem akuntansi harus
:
a. Memberikan suatu kriteria tertulis
tentang transaksi financial perusahaan
b. Memberikan laporan financial secara
periodis untuk meringkas hasil operasi dan kondisi keuangan perusahaan
c. Memberikan laporan secara periodis
untuk meringkas dan membantu pengawasan biaya produksi
d. Memberikan informasi unntuk
perencanaan jangka panjang, karena dapat membantu penyusunan anggaran, aliran
kas dan perkiraan kapasitas produksi.
e. Memberikan data finansial untuk
pengambilan keputusan baik secara rill maupun proyeksi
f.
Dapat
digunakan untuk pemeriksaan intern dengan memberikan data finansial yang dapat dipercaya
g. Memberikan data untuk menentukan
pajak pendapatan, pajak kekayaan dan laporan lain yang diperlukan pemerintah
Manajemen dari semua perusahaan, baik itu besar maupun kecil,
akan selalu membutuhkan informasi tersebut. Oleh karena itu, seorang akuntan sangat
dibutuhkan dalam setiap perusahaan,karna manajemen dalam suatu perusahaan harus
mengetahuinya dan dapat menggunakan untuk mencapai operasi dan hasil yang
menguntungkan.
2. Makna dari Persamaan Akuntan
Persamaan akuntansi merupakan persamaan untuk menggambarkan hubungan
antara elemen-elemen dalam laporan keuangan. Ketiga elemen laporan keuangan
yang pertama (aset, kewajiban ekuitas) berada di laporan neraca. Kedua elemen
berikutnya (pendapatan dan beban) berada di laporan laba
rugi. Elemen-elemen laporan keuangan yang utama ada 5, yaitu aset,
kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Pemahaman terhadap persamaan
akuntansi diperlukan untuk mempermudah kita dalam praktik praktik akuntansi.
Dengan mempelajari persamaan akuntansi kita dapat dengan mudah
mengklasifikasikan setiap transaksi kedalam elemen elemen tertentu dalam
laporan keuangan. Pada pencatatan akuntansi dengan model double entry.
Keseimbangan antara sisi yang satu dengan sisi lainnya sangatlah penting.
Adanya ketidakseimbangan menunjukkan adanya kesalahan dalam pencatatan untuk
dapat meminimalisasi terjadinya kesalahan pencatatan tersebut maka penting
untuk memahami setiap elmen-elemen laporan keuangan dalam bentuk persamaan yang
disebut sebagai persamaan akuntansi.
3.
Likuiditas
,solvabilitas ,dan rentabilitas sebagai unsur unsur kontinuitas perusahaan
1.
Likuiditas : Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah
kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera
harus dibayar dengan harta lancarnya. Likuiditas diukur dengan rasio aktiva lancar
dibagi dengan kewajiban lancar. Perusahaan yang memiliki likuiditas sehat
paling tidak memiliki rasio lancar sebesar 100%. Ukuran
likuiditas perusahaan yang lebih menggambarkan tingkat likuiditas perusahaan.
2.
Solvabilitas: Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk
memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan
perusahaan untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan
menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Hal ini sesungguhnya jarang
terjadi kecuali perusahaan mengalami ke pailitan.
Kemampuan operasi perusahaan
dicerminkan dari aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.
3.
Rentabilitas: Rasio Rentabilitas betujuan untuk mengetahui kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan
untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional
perusahaannya, diukur dengan gross profit margin. Semakin tinggi gross
profit margin berarti semakin efektif satu perusahaan.
Likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas merupakan unsur
kontinuitas perusahaan karena ketiga rasio tersebut merupakan ukuran yang
penting dalam manajemen keuangan. Tujuan manajemen keuangan adalah untuk
memaksimalkan nilai perusahaan adapun Manfaat manajemen keuangan adalah untuk
memahami tentang apa yang terjadi disekeliling kita untuk menyelesaikan
masalah-masalah praktis dan juga menjelaskan berbagai fakta dan informasi. Dengan
melakukan pengukuran atas nilai perusahaan melalui rasio likuiditas,
solvabilitas dan rentabilitas diharapkan manajemen perusahaan dapat menilai
apakah kegiatan operasional perusahaan sudah berjalan dengan baik. Itulah
mengapa ketiga komponen ini sangat penting bagi kontinuitas perusahaan.
4.
Lingkup Manajemen Keuangan
1.
Pembicaraan tentang keputusan-keputusan dalam bidang keuangan, yaitu keputusan
investasi, keputusan pembelanjaan & kebijaksanaan dividen dengan tujuan
memaximumkan nilai perusahaan atau memaximumkan kemakmuran pemegang saham.
2. Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen keuangan, yaitu penggunaan dana & memperoleh dana, lewat keputusan-keputusan investasi, pembelanjaan & kebijaksanaan dividen agar nilai perusahaan bias meningkat
Sumber :
Penganta Bisnis Modern edisi ketiga Dr.Basu Swastha DH., SE., MBA , Ibnu Sukotjo W.SE.
https://hurulhijriyati1.blogspot.co.id/2016/11/tugas-5_12.html
http://ekonomi-sosiologi-geografi.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-manajemen-keuangan-dan-ruang.html
2. Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen keuangan, yaitu penggunaan dana & memperoleh dana, lewat keputusan-keputusan investasi, pembelanjaan & kebijaksanaan dividen agar nilai perusahaan bias meningkat
Sumber :
Penganta Bisnis Modern edisi ketiga Dr.Basu Swastha DH., SE., MBA , Ibnu Sukotjo W.SE.
https://hurulhijriyati1.blogspot.co.id/2016/11/tugas-5_12.html
http://ekonomi-sosiologi-geografi.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-manajemen-keuangan-dan-ruang.html





