Popular Post

Popular Posts

About

Recent post

A. FAKTOR FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN UNTUK      MEMILIKI BENTUK BADAN USAHA YANG AKAN DIDIRIKAN
Pendirian suatu badan hukum perusahaan haruslah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Ada beberapa faktor untuk memilih badan usaha yang akan dijalankan. Dalam praktiknya, pertimbangan utama pemilihan bentuk badan hukum perusahaan antara lain:
1.     Jenis usaha yang dijalankan
Hal pertama yang dipertimbangkan adalah jenis usaha apa yang akan dijalankan. Sesuai dengan keinginan, badan usaha yang akan dijalankan bisa dalam bentuk perdagangan, industri dsb. Orang yang ingin membuka usaha, harus selektif dalam memilih jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar dengan resiko kerugian kecil.
2.     Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
Ketika menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Dalam hal memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul suatu kerugian, maka kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga, hingga ke harta pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada keterbatasan tanggung jawab.
3.     Kapasitas Keuangan dan Kemudahan Pendirian
Umumnya para pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas keuangannya. Ketika budgetnya tidak mencukupi untuk mendirikan Perseroan Terbatas, seringkali badan yang dipilih adalah CV. Namun yang harus diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang dipilih berikut tanggung jawabnya.
4.     Kemudahan memperoleh modal
Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Ketika membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.
5.     Besarnya resiko kepemilikan
Para pengusaha harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi dalam perusahaannya. Misalnya pengusaha dalam bidang industri akan menggunakan alat-alat produksi yang membutuhkan perawatan sesering mungkin agar terhindar dari resiko kerusakan, cacat, dll.
6.     Perkembangan usaha
Pengusaha haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.
7.     Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
Agar usaha dapat terkoordinir dengan baik, pengusaha hendaknya melibatkan pihak-pihak lain yang dapat mendukung jalannya perusahaan. Pihak-pihak tersebut ditempatkan pada bagian-bagian yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
8.     Kewajiban dari peraturan pemerintah
Sebagai warga Negara yang baik, pengusaha harus memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaries, pajak dan ijin domilisi.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan badan usaha yang dipilih benar-benar sesuai dengan harapan pemiliknya. Seiring dengan perkembangan bisnisnya, maka pemilihan badan usaha juga harus memiliki visi yang jauh ke depan.
B. ALASAN SESEORANG CENDERUNG MERUBAH PERUSAHAAN PERSEORANGAN MENJADI USAHA PERSEROAN TERBATAS
Melihat dari kelemahan yang dimiliki dalam bentuk usaha perseorangan, bentuk ini hanya memiliki sedikit modal karena hanya terdiri dari satu pemilik sehingga sukar untuk dikembangkan. Selain keuntungan penuh yang diperoleh pemilik, kerugian penuh juga diraihnya karena usaha hanya dimiliki seorang diri. Hidup dan mati usaha itu hanya ada di tangan seseorang pendiri badan usaha tersebut. Sedangkan badan usaha bentuk perseroan terbatas modalnya berasal dan dimiliki oleh beberapa orang yang jumlahnya menjadi lebih banyak dibandingkan dengan perseorangan, dengan modal yang lebih banyak inilah dapat diraih keuntungan yang lebih banyak pula. Dilihat dari kelebihan yang dimiliki PT inilah pada akhirnya orang cenderung memilih bentuk perusahaan tersebut.
C. BENTUK USAHA KOPERASI LEBIH COCOK UNTUK RAKYAT INDONESIA
Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggotakan orang orang atau badan badan hokum opersi yang merupakan susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Karena itu koperasi cocok dengan masyarakat Indonesia, koperasi terbukti mampu membuat perekonomian Indonesia bertahan dar krisis keuangan global yang melanda beberapa Negara Amerika beberapa waktu yang lalu. Koperasi juga mampu mengumpulkan berbagai sumber untuk membentuk kekuatan bersama dalam menghadapi persaingan badab usaha lain.
Tujuan koperasi juga untuk memenuhi kebutuhan yang akan dirasakan bersama, yang akhira nya nanti akan mengangkat harga diri, dan kemampuan untuk mempertahankan diri dari kesulitan. Walaupun memang koperasi tidak semaju badan usaha lainnya. Itu dikarenakan rendah nya minat warga untuk berpartisipasi dalam koperasi tersebut, pengaturan manajemen nya, permodalan yang dikelola, dll.
Oleh karena kecocokan koperasi di tengah masyarakat Indonesia, maka koperasi harus lah kita lestarikan dan tidak perlu meniru gaya system ekonomi Negara lain yang belum tentu cocok di Negara kita. Karena koperasi sangat mendukung dalam perekonomian Indonesia yang lemah dan perlu dikembangkan.

D.    GERAKAN KOPERASI WALAUPUN DI SUBSIDI PEMERINTAH AKAN TETAPI PERKEMBANGANNYA LAMBAT
Seperti yang saya terangkan sebelumnya, koperasi merupakan usaha yang ada di tengah tengah masyarakat guna untuk memperbaiki system perekonomian masyarakat dan juga Indonesia. Namun demikian, perkembangan nya lambat walaupun telah di bantu oleh pemerintah dikarenakan beberapa factor, seperti:
1.     Kurangnya Partisipasi Anggota
Terbatasnya usaha ini akibat kurangnya dukungan serta kontribusi dari para anggotanya untuk berpartisipasi membuat koperasi seperti stagnan. Oleh karena itu, semua masalah berpangkal pada partisipasi anggota dalam mendukung terbentuknya koperasi yang tangguh, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, serta masyarakat sekitar.
2. Sosialisasi Koperasi
Masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus.
3. Manajemen
Ketidak profesionalan manajemen koperasi banyak terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
4. Permodalan
Kurang berkembangnya koperasi juga berkaitan sekali dengan kondisi modal keuangan badan usaha tersebut. untuk keluar dari masalah tersebut harus dilakukan melalui terobosan structural, maksudnya dilakukannya restrukturasi dalam penguasaan factor produksi, khususnya permodalan.
E.     Sumber Daya Manusia
Kurangnya SDM dalam pengelolaan koperasi sangat berpengaruh dalam perkembangan dan kemajuan koperasi, seharusnya, dalam kepengurusan harus di tangani oleh manusia yang mempunyai tingkat SDM yang tinggi.
F.     Kurangnya Kesadaran Masyarakat
Koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah.
G.    Pemanjaan Koperasi
Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik,
H.    Demokrasi ekonomi yang kurang
Koperasi yang tidak diberikan keleluasaan dalam menjalankan setiap tindakannya. Setiap koperasi seharusnya dapat secara leluasa memberikan pelayanan terhadap masyarakat, karena koperasi sangat membantu meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat oleh segala jasa – jasa yang diberikan.
Jadi seharusnya dalam pengelolaan koperasi harus didukung oleh SDM yang tinggi, dan pengurus juga harus focus untuk menjalan kan koperasi nya, masyrakat juga seharusnya bias dan mau untuk berpartisipasi, karena ini demi kemajuan Indonesia juga. Tidak hanya itu, kita juga harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar koperasi bias berjalan dengan lancar.
E. BENTUK USAHA YANG SANGAT MAJU UNTUK PERKEMBANGAN BISNIS DIMASA SEKARANG
BISNIS KULINER
Beberapa dari anda mungkin berkata “aaahhh…sudah banyak yang menjual makanan, persainganya juga berat“. Begini yah bro and Sist…apa sih bisnis yang tidak memiliki persaingan?? bahkan membuka toilet umum saja ada persaingan. Jadi JANGAN PERNAH MELIHAT PERSAINGAN SEBAGAI SESUATU YANG HARUS ANDA HINDARI. Tetapi sebagai tantangan yang harus anda tempuh, dan ketika anda bisa mengatasi tantangan tersebut, maka bisnis yang anda jalankan PASTI Berhasil.
Kuliner sampai saat ini masih menggiurkan. Bisnis yang sering disebut orang dengan margin keuntungan sanggup mencapai 100% ini sebenarnya tidak sulit dilakukan dan SEGMEN nya juga banyak. Mulai dari Makanan biasa ala WARTEG, kemudian KANTIN, Cafe, Warung Pinggir Jalan, Warung Angkringan dan masih banyak lagi.
Selain itu jenis makanan Indonesia yang sangat beragam membuat kita lebih leluasa untuk menyasar kuliner yang mana. Apakah kuliner yang modern atau kuliner yang Tradisional. Sebut saja misalnya CENDOL. Minuman yang satu ini mungkin sudah familiar buat kita, tapi ternyata kalau kita modernkan akan menjadi sesuatu yang berbeda dan disukai banyak orang

Sumber: 

Tugas 4

Perusahaan
   
1.      Pengertian Perusahaan
1.     Menurut Prof. Mr. W.L.P.A. Molengraff, pengertian perusahaan dari sudut pandang ekonomi adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian persediaan.
2.    Menurut Mr. M. Polakperusahaan ada apabila diperlukan adanya perhitungan-perhitungan tentang laba rugi yang dapat diperkirakan dan segala sesuatu itu dicatat dari pembukuan.
3. Abdul Kadir Muhammad dalam bukunya Pengantar Hukum Perusahaan di Indonesia menyatakan bahwa berdasarkan tinjauan hukum, istilah perusahaan mengacu pada badan hukum dan perbuatan badan usaha dalam menjalankan usahanya. Lebih lanjut, perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi.
4.    Dalam UU No 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b, dirumuskan bahwa perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang tetap dan terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berdudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan/atau laba.
Kesimpulan : Perusahaan dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

Jenis-Jenis Perusahaan
1. Perusahaan Manufaktur
Perusahaan ini mengubah input dasar menjadi produk jadi yang akan dijual kepada masing-masing pelanggan. Contoh perusahaan yang tergolong dalam perusahaan manufaktur, seperti PT Gudang Garam dengan produk utamanya adalah rokok, PT Unilever yang menghasilkan barang-barang konsumsi, seperti pasta gigi, sabun mandi, dan PT Aqua Golden Mississippi

2. Perusahaan Dagang
Perusahaan ini juga menjual produk ke pelanggan, tetapi perusahaan ini tidak memproduksi sendiri barang yang akan dijual. Perusahaan membeli dari perusahaan lain barang yang akan dijualnya. Contoh perusahaan dagang adalah Alfamart, Alfa, Hero, dan sebagainya.

3. Perusahaan Jasa
Perusahaan ini menghasilkan jasa, bukan barang atau produk yang kasat mata. Contoh perusahaan ini adalah Hotel Santika, Biro Perjalanan Shafira, dan Laundry.
(http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2013/04/jenis-jenis-perusahaan.html)

Lingkungan Perusahaan
Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
1.   Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
A)    Lingkungan eksternal makro
Adalah lingkungan eksternal  yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
  • Keadaan alam => SDA, lingkungan.
  • Politik dan hankam => kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada => menciptakan.
  • Hukum
  • Perekonomian
  • Pendidikan dan kebudayaan
  • Social dan budaya
  • Kependudukan
  • Hubungan internasional.
B)     Lingkungan eksternal mikro
Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
  • Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
  • Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
  • Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
  • Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
2.   Lingkungan Internal
Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh :
  • Tenaga kerja
  • Peralatan dan mesin
  • Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
  • Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
  • System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
Tempat Kedudukan Perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, contoh :  lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya
Letak Perusahaan

Letak perusahaan sering pula disebut tempat kediaman perusahaan,yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari.Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat diartikan sebagai tempat kantor pusat perusahaan.
Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing;disamping waktu harus berpacu,juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.contohnya :

1)            Dekat dengan bahan baku.
Contoh : pabrik gula, pabrik semen
2)            Dekat dengan pasar.
Contoh : pabrik roti (Bakery), rumah makan dan juga perusahaan jasa seperti Bank/Asuransi.
3)            Dekat dengan pemasok tenaga kerja.
Contoh : pabrik rokok, pabrik kembang gula

 Ciri – Ciri  Perusahaan Secara Umum
Ciri-Ciri Perusahaan
Mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
Ciri umumnya :
·         Operatif
Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
·         Koordinatif
Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
·         Regular
Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
·         Dinamis
Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
·         Formal
Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
·         Lokasi
Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
·         Pelayanan Bersyarat
Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
System ekonomi kapitalisme dan sosialisme
Pengertian kapitalisme adalah sebuah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan perekonomian. Seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar besarnya.
            Pengertian Sosialisme atau sosialis adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi, serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut. "Kepemilikan sosial" bisa merujuk ke koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan warga ekuitas, atau kombinasi dari semuanya.
Kelebihan dan kelemahan sistem kapitalisme
Kelebihan sistem ekonomi kapitalisme :
1. Kebebasan Dalam Kepemilikan dan PendapatanDalam sistem ekonomi kapitalisme, masyarakat dijamin dapatmendapatkan dan memiliki barang yang diinginkan sesuai tingkatkepuasannya, dengan kata lain sebanyak yang mereka inginkan. Tidak adabatasan kepemilikan dan pendapatan, karena sistem ekonomi ini tidak menginginkan interferensi pemerintah dalam mengatur apa yang menjadi milik individu dan berapa besar batasannya.
2. Kebebasan Dalam Penentuan Harga dalam Mekanisme PasarSistem ekonomi kapitalisme juga membolehkan penentuan harga pasaroleh individu itu sendiri, bahkan melebihi harga pasaran. Hal ini dikarenakansalah satu motif dari sistem ini adalah keuntungan yang sebesar-besarnya, tidak peduli apakah harga yang ditentukan tersebut dapat memeras kepentinganorang lain. Selain itu, kebebasan ini juga disebabkan sistem ini menyerahkanmekanisme pasar dalam mengontrol pertumbuhan ekonomi sehingga tidak menginginkan interferensi pemerintah dalam menentukan harga pasar suatubarang.
  Kelemahan sistem ekonomi kapitalisme :
- Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik. 
- Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).

 
Kelebihan dan kelemahan sistem sosialisme :
  Sistem Ekonomi Sosialis mempinyai kelebihan sebagai berikut :
1) Tanggung jawab kemajuan ekonomi berada di tangan pemerintah.
2) Pemerintah dapat menentukan jenis-jenis industri atau produksi.
3) Memudahkan pemerintah dalam mengatur, mengawasi, dan mengendalikan perekonomian.
Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :

1) Sulit melakukan transaksi

Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.

2) Membatasi kebebasan

System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.

3) Mengabaikan pendidikan moral

Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi
Sumber:
Sumber Pustaka: Arus Akbar Silondae, Wirawan B. Ilyas. 2011. Pokok-Pokok Hukum Bisnis. Jakarta: Penerbit Salemba Empat
(http://jurnal-akuntansi.blogspot.co.id/2013/04/jenis-jenis-perusahaan.html)


Tugas 3

    Bisnis
A. Pengertian Bisnis
  1. Bisnis merupakan sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan uang dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen. [Allan Afuah; 2004]  
  2. Bisnis merupakan sesuatu yang diciptakan untuk menghasilkan produk barang dan jasa kepada pelanggan. [Jeff Madura; 2001]
  3. Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka. [Glos, Steade & Lowry; 1996]
  4. Bisnis yaitu aktivitas-aktivitas yang terorganisir untuk menghasilkan barang dan jasa dengan bertujuan untuk mendapatkan laba. [Pengantar Bisnis, Sri Wiludjeng; BAB I : 2]
          kesimpulannya adalah Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau uang yang saling menguntungkan dan memberi manfaat pada bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.


B. Karakteristik Bisnis
  1. Kompleksitas dan diversitas : kompleksitas yaitu tingkat kerumitan dari hasil suatu barang,jika barang tersebut dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi maka barang tersebut akan mahal harganya seperti halnya dengan jasa seseorang,jika orang tersebut semakin berkualitas, mempunyai pengetahuan yang tinggi dan sangat memuaskan maka jasa akan semakin mahal harganya. Diversitas adalah penganekaragaman suatu produk/barang dari sebuah perusahaan, maksudnya adalah apabila sutu perusahaan mempunyai 5 macam produk barang yang ingin dijual, jika ada dua barang yang kurang memuaskan para konsumen dan barang tersebut samakin turun untuk dikonsumsi bahkan tidak laku maka perusahaan tersebut memiliki tiga barang yang masih bisa d’jual dan membuat barang tersebut menjadi sangat berkualitas dan bahkan konsumen melirik barang tersebut, dan barang tersebut melonjak tinggu, jadi perusahaan tersebut tidak mati akibat tidak adanya diversivikasi.
  2. Saling bergantungan contohnya seperti jam tangan yang sering kita pakai atau kita gunakan dengan batu batreii, misalkan jam tangan tersebut mati atau batreinya habis maka konsumen membeli batu batrei tersebut untuk menghidupakan kembali jam tangannya. Jadi yang dimaksud dengan saling bergantungan adalah apabila perusahaan ingin mendaoatkan hasil yang maksimum maka perusahaan menjual barang dengan barang yang saling bergantungan seperti halnya jam tangan dengan batu baterai seperti contoh diatas.
  3. Perubahan dan inovasi adalah proses pembaharuan produk dan barang tujuannya agar konsumen tidak bosan dengan barang yang dijual oleh perusahaan tersebut. Biasanya perusahaan merubah produk dengan membaharui tampilan atau membuat produk baru untuk menarik para pelanggan atau konsumen yang lain.
       
C. Peranan Bisnis dalam Kehidupan Masyarakat
        Bisnis sangatlah berperan besar dalam kehidupan masyarakat, baik yang mempunyai perusahan perorangan, perushaan persekutuan atau bahkan dalam kehidupan pribadi. karena tanpa kita sadari kita mungkin pernah melakukan bisnis walaupun 'kecil-kecilan' tapi tanpa menghapus arti inti dari bisnis yang berarti melakukan kegiatan yang menghasilkan keuntungan.

        Bagi saya pribadi setiap orang mungkin ingin melakukan bisnis agar mendapatkan keuntungan, tetapi itu tergantung dari tekad dalam dirinya sendiri dan juga tentunya modal yang ia punya pada saat akan mengelola bisnis tersebut. karena bisnis juga dapat meningkatkan profit dan meningkatkan kemakmuran hidup pemiliknya siapa yang tidak mau melakukan kegiatan berbisnis ini. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti itu, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

        Tidak dapat kita pungkiri lagi apabila berbisnis banyak keuntungan yang kita dapatkan tetapi sebanding juga dengan resiko yang akan kita ambil, untuk karena itu setiap apapun yang kita lakukan hendaknya di lakukan dengan tekad yang kuat dan juga usaha karena segala sesuatu bahkan kesuksesan tidak datang tiba-tiba, sedikitnya kita bisa mempelajari ilmu bisnis agar bisa menguntungkan diri sendiri bahkan bisa mensejahterakan masyarakat lain. Menurut saya itulah peranan bisnis pada kehidupan kita yang memiliki peranan yang penting dalam kehidupan.

D. Klasifikasi Bisnis

Pendekatan Mengidentifikasi Peluang Bisnis
Ada dua fase pendekatan mengidentifikasi peluang bisnis, yaitu:
1. Untuk menemukan gagasan 
a)     Diri sendiri : Diri kita harus mengerti apa yang di butuhkan oleh masyarakat.
b)     Pelanggan : dari pelanggan kita dapat mengetahi kekurangan atau kelebihan produk kita, dan bisa menerima keluhan dari pelanggan. Kita dapat melihat peluang dari keluhan pelanggan tersebut.
c)      Pasar : semua produk pasti akan di perjualkan di pasar. Penjualan itu akan mempengaruhi perekonomian.
d)     Produk yang gagagl : kita bisa belajar dari produk yang gagal. Produk gagal sebagai evaluasi yang mendalam karena produk yang kita buat gagal.
2. Gagasan yang berhubungan dengan peluang bisnis
• Analisis Persoalan
• Analisis Situasi
• Merumuskan “wilayah” yang tidak diketahui
• Mensurvei pelanggan sasaran


Sumber:
http://mognceb.blogspot.co.id/2011/07/identifikasi-peluang-bisnis.html
http://meindadewinta.blogspot.co.id/2011/09/kuis-1.html
http://amikhadija.blogspot.co.id/2012/10/peranan-bisnis-bagi-kehidupan.html
https://atikanafridayanti.wordpress.com/2013/10/18/ruang-lingkup-bisnis-2/
http://mognceb.blogspot.co.id/2011/07/identifikasi-peluang-bisnis.html

Tugas 2

- Copyright © 2013 Adelia Nursita Sari - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -